Sunday, October 9, 2016

LIFE

  Sebelumnya saya ingin meminta ijin untuk berpendapat mengenai salah satu hal yang untuk beberapa orang cukup sensitif, yaitu, makna hidup. Memang saya belum bisa dikatakan sebagai seorang profesor tentang kehidupan, saya hanya seorang mahasiswa yang sedang mencoba untuk memahami satu dosen, yaitu, dosen kehidupan.

   Berbicara tentang hidup, pasti tidak akan pernah ada habisnya. Kebanyakan orang berkata hidup itu bagaikan roda yang berputar, terkadang kita diatas terkadang kita dibawah. Selain filosfi roda, ada 3 hal lagi yang tidak bisa dilepaskan dari hidup, yaitu waktu, perjalanan, dan kesabaran. 3 hal ini akan terus menguji kita sebagai sang penggembala hidup. Waktu, ujian dari waktu kita tidak akan pernah tau, waktu selalu memberikan kejutan, terkadang menyenangkan, terkadang begitu pahit. 

     Perjalanan. Perjalanan juga memberikan ujian yang tidak kalah cerdiknya. Setiap penggembala hidup pasti memiliki suatu perjalan, ia lahir, mulai mengerti akan lingkungan, sampai akhirnya, masuk di jurang lingkungan. Hanya orang yang memiliki kekuatan hebat, yang dapat keluar dari jurang lingkungan ini. Apakah kekuatan hebat itu ? Tetapi jika ia memiliki kekuatan itu apabila waktu tidak mengijinkan, akan kah ia bisa keluar ?.

       Ketika si penggembala kehidupan ini telah masuk kedalam jurang itu, hal yang dirasakan adalah ketakutan, persaingan, penolakan, penyudutan. Untuk menghadapi hal-hal ini si penggembala sangat membutuhkan kekuatan hebat. Diantara 2 hal tadi, ada satu hal yang bisa menjadi malaikat yaitu Kesabaran. Kekuatan hebat disini adalah Kesabaran. Ketika waktu dan perjalan sudah memberikan ujiannya, kesabaran ada di depan kita sebagai penggembala kehidupan untuk memberikan kekuatan besar.. agar kekuatan dalam diri penggembala dapat keluar untuk menjadi senjata dalam melawan, ketakutan, perasingan, penolakan, dan penyudutan.
Hidup akan terus bekerja sama dengan waktu, perjalanan, dan kesabaran. Penggembala kehidupan harus dapat mengeluarkan kekuatan terbaik dalam dirinya, agar ia bisa keluar dari jurang lingkungan itu.

No comments:

Post a Comment

Kehidupan Baru

Ketika telur berubah mejadi itik  Ketika ulat berubah menjadi kupu - kupu  Sedih berubah menjadi senang  Salju berubah menjadi semi  Awan me...