Saturday, January 23, 2016

Hadiah Dari Waktu

  Ternyata memang sesuatu yang tepat itu datangnya tiba-tiba, tidak pernah di bayangkan sebelumnya, dan itu menarik. Lama merayu-rayu waktu untuk memberikan surprise akhirnya pada siang hari dimana setiap orang sedang memikirkan akan makan siang dimana atau para mahasiswa yang sedang menyiapkan yudisum mulai panik akan persyaratan yang belum terkumpul, disaat seperti itu waktu, memberikan surprise yang selama ini ditunggu.

    Suprise yang diidamkan setiap 'jomblo' yang mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu lama sendiri. Si jomblo ini mengaku sudah melewati berbagai rasa sakit hati dan kekecewaan dari lelaki-lelaki di masa lalunya yang sebenarnya tidak ingin menyakitnya. Lelaki baru yang dikenal si jomblo ini benar-benar datang secara tiba-tiba, seperti barang ajaib yang keluar dari kantong doraemon. Tetapi, entah kenapa si lelaki baru ini benar-benar membuat si jomblo merasa sudah cukup lama mengenalnya dan membuatnya perlahan jatuh sama lem yang bernama 'kenyamanan'. Karena saat ini kita berada di era dimana teknologi yang bernama media sosial menjadi raja, mereka untuk pertama kalinya bertegur sapa melalui media sosial, dimana teman mereka menjadi perantara.

    Dua orang anak manusia ini (si jomblo dan si lelaki baru) saling bercerita dan tentunya si lelaki baru menunjukan jurus terbaiknya untuk membuat si jomblo jatuh hati. Setelah beberapa hari, minggu,  untuk pertama kalinya, di sebuah cafe yang dapat dikatakan cukup nyaman, mereka memutuskan untuk bertemu, bertemu di dunia nyata. Keadaan yang cukup dingin awalnya lambat laun mulai sedikit hangat. Kehangatan yang dirasa oleh si jomblo ini diakibatkan oleh lelucon yang sebenarnya garing tetapi entah kenapa si jomblo benar-benar merasa itu sangat lucu dan dalam hatinya ia berkata ''orang aneh darimana sih ini, yang selalu bisa membuatku tertawa''.Senja yang kala itu menemani mereka dari kejauhan mulai berganti shift dengan bulan.

   Di akhir pertemuan si lelaki baru mulai mengeluarkan sisi ''tanggung jawabnya'' dengan cara mengantar pulang si jomblo dengan mengikuti mobilnya dari belakang. Si jomblo yang merasa sudah cukup lama tidak meraskan "kebahagian", kebahagian yang diberikan dari sosok lelaki, merasa menjadi wanita paling bahagia di kala itu. Hari, minggu, mereka terus menebar kebahagian satu sama lain, dan sampailah pada titik dimana si lelaki baru akan mengubah setatusnya menjadi sang penjaga hati, lagi-lagi senja menjadi saksi, tepat dihari dimana semua sarjana merasa bahagia, si lelaki baru resmi merubah setatusnya menjadi sang penjaga hati. Si jomblo juga merubah statusnya menjadi sang pemilik hati. Si penjaga dan pemilik hati ini memutuskan waktu, lagi dan lagi waktu menjadi penetu akhir dari cerita.. semoga waktu dapat berkeja sama dengan baik, harapan mereka.

No comments:

Post a Comment

Kehidupan Baru

Ketika telur berubah mejadi itik  Ketika ulat berubah menjadi kupu - kupu  Sedih berubah menjadi senang  Salju berubah menjadi semi  Awan me...